Pentingnya Sosialisasi Gejala Penyakit Malaria

Gejala Penyakit Malaria
Spread the love

Gejala penyakit malaria ada karena kemungkinan kurangnya wacana masyarakat terhadap nyamuk jenis tersebut. Disaat manusia ketakutan akan bahaya nyamuk demam berdarah yang bisa menyebabkan nyawa seseorang hilang, nyamuk malaria terabaikan.

Padahal, andaikan masyarakat tahu bahwa virus ini akan menginfeksi sel darah merah yang menciptakan telur-telur dari parasit, pasti tidak akan terjadi yang namanya “gejala”. Karena jika sudah akut, bisa menyebabkan koma bahkan jika riskan, bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia. Oleh sebabnya, dibutuhkan sosialisasi yang massive kepada seluruh elemen masyarakat dunia.

Gejala Penyakit Malaria
Foto: tespida.blogspot.com

Dampak Gejala Penyakit Malaria

Apa saja dampak gejala penyakit malaria? Dampak yang diberikan oleh penyakit malaria cenderung ke arah yang negatif. Jika riskan, akan banyak nyawa yang hilang akibat virus tersebut. Karena tiap tahunnya, ada sekitar 1 juta orang di seluruh dunia yang meninggal karena penyakit ini. Oleh karena itu bagi orang dewasa, dampak yang diberikan dari penyakit ini yaitu menyebabkan penurunan nafsu makan, demam yang tinggi, nyeri otot seakan sedang dililit ular, dan mudah muntah.

Sedangkan untuk anak-anak penyakit ini akan menyebabkan penurunan daya imun, mudah mimpi buruk seperti sedang ditimpa oleh beban yang sangat berat, demam sangat tinggi yang bisa menyebabkan gejala tifus dan kejang-kejang akibat suhu panas melebihi 37 derajat, mudah terserang diare, dan gejala penyakit malaria ini juga mempermudah anak-anak untuk terserang komplikasi penyakit yang disebabkan imun yang melemah.

Sosialisasi Pencegahan Penyakit Malaria

Penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi penyakit yang parah, oleh sebab itu sangat dibutuhkan sosialisasi yang lebih dari pemerintah melalui tim kesehatan di setiap wilayah. Seperti dengan mengumumkan via pamflet atau poster yang berisikan cara pencegahan dan cara pengobatan.

Atau bisa juga melalui sosialisasi door to door dengan pengadaan semacam stand posyandu untuk semua kalangan, agar terus diberikan Chloroquine karena ini adalah obat anti-malaria. Lalu, bisa juga dengan mensosialisasikan cara-cara membersihkan sarang nyamuk, pengantisipasian kampanyae 3M, dan lain sebagainya.

Penyakit dalam bentuk apapun memang dibutuhkan sosialisasi, karena tidak semua kalangan masyarakat mengetahui hal-hal tersebut. Alangkah baiknya jika seluruh elemen masyarakat mengkampanyekan isu hidup sehat.

Hal ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan tim kesehatan di tiap wilayah agar terus mensosialisasikan bentuk dan tata cara hidup sehat. Khususnya penyakit ini, karena virus bisa menciptakan komplikasi bagi mereka yang terinfeksi dan dimulai dari fase awal, yaitu gejala penyakit malaria.

error: Content is protected !!